• bg.jpg

DP3AP2KB Padang Gelar Lomba Lagu Antar PIK

PADANG - Penanganan masalah remaja memang tidak bisa di tangani oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang saja, namun juga memerlukan bantuan seluruh komponen termasuk para remaja itu sendiri. Tak lepas peran serta lingkungan sekolah, organisasi kepemudaan terutama keluarga. Kemudian juga, melalui keberadaan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) di bawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang.

Hal ini disampaikan Walikota Padang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Afrizal Khaidir sewaktu membuka Lomba Lagu Mars dan Solo Genre antar Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja/mahasiswa se-Kota Padang di halaman Kantor DP3AP2KB, Senin (13/11/2017).

Menurut Afrizal, permasalahan yang dihadapi remaja dewasa ini cukup banyak. Salah satunya sex pranikah sampai terinveksi penyakit menular HIV/AIDS. Sehingga mereka membutuhkan wadah untuk menceritakan segala permasalahannya.

“Kebanyakan remaja hari ini takut menceritakan masalah kepada orang tuanya. Melalui PIK, semoga dapat memberikan solusi bagi mereka agar bisa lebih terbuka terhadap setiap permasalahan yang dihadapi,” harapnya.

Ia menambahkan, harapan bagi bangsa ini memang tercurah kepada generasi muda. Karena generasi muda yang akan melanjutkan selaku calon pemimpin di masa datang. Maka itu, dibutuhkan generasi yang berkualitas agar negeri ini lebih baik ke depannya.

“Untuk itu, mari jadikan lomba ini sebagai ajang penyaluran bakat dan talenta remaja Kota Padang. Sehingga mampu menjawab setiap tantangan yang ada, sekaligus mempersiapkan diri untuk pengembangan bakat dan minat masing-masing,” tutupnya.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kota Padang, Harneli Bahar hadir dalam kesempatan itu mengaku sangat mengapresiasi lomba tersebut. Ia berharap lomba ini semakin memotivasi para remaja di Padang agar bisa mempraktekkan beberapa hal untuk menjadi generasi berencana (Genre) sesungguhnya.

“Tanpa adanya perencanaan yang matang sejak dini, maka para remaja kita akan kesulitan dalam mengatasi tantangan hidup, khususnya bagaimana untuk hidup berkeluarga nantinya,” jelas istri Walikota Padang itu.

Ditambahkannya, terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menurutnya dikarenakan beberapa faktor salah satunya disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan dalam berkeluarga.

“Dengan adanya ilmu dan pengalaman yang dimiliki, tentu kehidupan berkeluarga akan berlangsung dengan baik," tukasnya.

Kepala DP3AP2KB Padang Heryanto Rustam menyebutkan, Lomba Lagu Mars dan Solo Genre antar PIK remaja/mahasiswa se-Kota Padang ini bertujuan untuk mengatasi masalah remaja melalui keberadaan PIK. Melalui PIK sekelompok remaja dapat menceritakan masalahnya dan langsung menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

“Remaja butuh tempat untuk menceritakan segala permasalahanya. Semoga melalui PIK dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi bagi kaum remaja di kota ini,” ungkapnya.

Lomba tersebut digelar selama dua hari, Senin-Selasa (13-14/2017) yang diikuti dari 30 kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah sepuluh orang terdiri dari satu orang Solo Genre, Mars Genre tujuh orang dan pendamping peserta lomba dua orang.(Mg / Nda / Dv)