• bg.jpg

Group Palito Nyalo Melaju ke Pentas Nasional

Palito Nyalo gruop kesenian dari Kota Padang yang dipimpin Dasrul, S.S, Msi telah berhasil memenangkan pertunjukan/lomba pemilihan media tradisional terbaik di Sumatera Barat yang dilaksanakan Kementerian Kominfo RI.
Palito Nyalo yang menyuguhkan cerita berjudul "Marantau" dilepas keberangkatan oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP didampingi Kadis Kominfo Suardi, SH, M.Hum menuju pentas nasional Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (22/10).

Walikota H. Mahyeldi tergugah Group kesenian Palito Nyalo, nama yang cerah terang, serta bersinar menyinari telah berhasil mengalahkan kesenian tradisional dari kabupaten dan Kota lainnya di Sumatera Barat, sekaligus telah berhasil pula mengharumkan nama Padang kota tercinta ini.

“Palito Nyalo adalah pelita yang bernyala. Dama nan iduik bahasa Minang akan selalu memberikan sinar, menjadi cahaya, serta pusat penyinaran. Dan semoga selalu bersinar setiap tampil, sehingga menjadi pusat perhatian para penontonnya. Ditambah lagi pengurusnya yang energik dan intelektual, maka pantas menjadi pemenang di Ranahminang, ucap walikota H. Mahyeldi.

"Silahkan berkreasi terus, tunjukkan kemampuan di pentas nasional, ukir prestasi untuk kampung halaman, Kota Padang, Provinsi Sumatera-Barat", lanjutnya.

"Saya kagum menyaksikan penampilan pementasan Palito Nyalo berjudul 'Marantau' di teater Taman Budaya berdurasi 28 menit itu. Maka saya yakin, kita telah bisa membuat film budaya di Kota Padang," saran Walikota H. Mahyeldi terharu.

Sedangkan Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Suardi, SH, M. hum juga memesankan kepada para personil Palito Nyalo, jaga kesehatan, tetap berlatih dan konsentrasi serta jangan tinggal ibadah, berdoa.

Kegiatan Di Palembang, 21 sampai 24 November 2017. Jika masih ada yang kurang barangkali masih ada kesempatan untuk melengkapi agar lebih menarik lagi. Tujuannya tak lain supaya penampilan di Kota Palembang bisa maksimal nantinya, serta sesuai dengan rapan bersama menjadi terbaik di tingkat nasional.

Sejalan dengan itu, Ketua Group Palito Nyalo Dasrul mengatakan, para personil akan tetap menjaga stamina menjelang keberangkan ke Kota Palembang. Bersama akan berupaya tampil dengan sebaik mungkin.

"Marantau" judul yang dipersembahkan untuk publik, yang pada intinya merubah imej nama Malin pergi merantau. Malin setelah berhasil di rantau kembali kekampung halaman untuk mensejahterakan orang tua, dan membangun kempung halamannya. Jadi, Malin bukan anak yang terkesan selama ini, anak durhaka, yang tak patuh pada orang tua yang ditinggalkannya setelah berhasil merantau.

Group Palito Nyalo yang didirikan tahun 1989 silam, bertekad menumbuh kembangkan seni tradisi Minangkabau, dengan melestarikan dalam bentuk kesenian. Bukan hanya sebagai wadah pengembangan diri saja, Palito nyalo sudah tampil di seluruh daerah Sumatera Barat kecuali Mentawai. Di Sumatera hanya Aceh yang belum. Kemudian juga pernah tampil di negeri Jjiran Malaysia, Malaka. Pernah juga ke Hawai, hanya mengirim perwakilan untuk mengajar randai di Universitas Hawaii, ungkap Dasrul.# Irwandi Rais