• bg.jpg

GP3M Bukittinggi: Mendorong Ekonomi Keluarga

Guna meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik utama dan pertama dalam keluarga yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup generasi berikutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M) yang penyelenggaraannya difasilitasi oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Rabu (18/10).

Sarasehan yang bertemakan “Melalui GP3M kita berikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan di Kota Bukittinggi dari berbagai aspek dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga” ini dibuka secara resmi oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bertempat di aula Stikes Fort De Kock Bukittinggi. Turut hadir DR.Samto Kasubdit Diktaralanjut Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI beserta staf, Kepala SKPD di lingkungan Pemeritah Kota Bukittinggi serta Ketua Dharma Wanita.

Walikota Ramlan Nurmatias dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif, untuk itu diminta kepada peserta agar mengikutinya dengan serius. Karena ini adalah upaya untuk meningkatkan pendidikan bagi perempuan yang nantinya juga akan meningkatkan kualitas perempuan khususnya perempuan marginal.

“Diharapkan nantinya program ini akan memberikan manfaat sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan khususnya perempuan dari berbagai aspek keterampilan. Nenek moyang kita meninggalkan kita dengan ilmu bukan dengan kekayaan, seperti perempuan minang harus pandai menjahit dan laki - laki harus padai bertukang. Ini adalah suatu upaya untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui berbagai kegiatan pendidikan pemberdayaan perempuan”, jelas Ramlan

Kemudian Ramlan juga berharap perempuan Minang itu tidak hanya di rumah saja, karena saat ini tidak ada lagi perbedaan antara laki - laki dan perempuan.

"Oleh karena itu teruslah tingkatkan keterampilan dengan memanfaatkan potensi yang ada dan terus berkarya serta berinovasi", ungkapnya.

Sementara itu Kasubdit Diktaralanjut Samto mengatakan bahwa Bukittinggi merupakan salah satu dari 2 daerah di Sumatera Barat yang memperoleh fasilitasi program GP3M dari 64 Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Dipilihnya Kota Bukittinggi sebagai Kota penyelenggara sarasehan ini adalah karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi geliat aktivitas perempuan Bukittinggi yang luar biasa sehingga diharapkan ini menjadi model dalam pemberdayaan perempuan bagi Kabupaten/Kota yang lain”, ujar Samto.

Samto juga menjelaskan bahwa program yang dilakukan bukanlah program yang mengeksploitasi alam, tetapi adalah program yang lebih banyak kepada pengembangan sumber daya manusia dalam pengembangan kreatiftasnya.

"Apabila sumber daya alam yang dieksploitasi beberapa tahun akan habis tetapi kalau kreatiftas yang dikembangkan semakin hari semakin meningkat", jelasnya.

Peserta sarasehan ini sebanyak 130 orang. Mereka adalah perempuan - perempuan yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan, khususnya perempuan marjinal dari berbagai aspek seperti keterampilan menjahit yang dikelola oleh lembaga keterampilan Modeste Dolly dengan jumlah peserta 90 orang, dan keterampilan memasak yang dikelola oleh lembaga Srikandi berjumla 40 orang. Adapun nara sumber yang memberikan pelatihan berasal dari Subdit Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Berkelanjutan Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Bukittinggi. (Ylm)