Hasil Gelar Perkara OTT, Tiga ASN Pesisir Selatan Disangkakan Dugaan Gratifikasi

167

MEDIASUMBAR | PESISIR SELATAN – Gelar perkara Polda Sumatera Barat terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Pesisir Selatan menetapkan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu rekanan sebagai tersangka atas dugaan korupsi berbentuk gratifikasi.

Penasehat Hukum (PH) tersangka, Suharizal, menyampaikan gratifikasi yang disangkakan pada ketiga ASN itu adalah menerima janji atau hadiah, sehingga layak mendapatkan pembinaan atau sanksi administratif dari inspektorat daerah.

“Ketiganya juga telah melaporkan gratifikasi itu ke Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan jelang lebaran ini,” ujarnya dalam rilisnya di Painan.

Gelar perkara dilakukan Diskrimsus Polda Sumatera Barat bersama Polres Pesisir Selatan pada Jumat, 22 April 2022 atau dua hari berselang sejak dilakukannya OTT terhadap pihak terkait.



Menurutnya, pemberian sanksi administratif itu cukup sudah sebagai alasan pembenar untuk tidak dilanjutkannya proses hukum lebih lanjut sekaligus untuk lebih memenuhi azaz kemanfaatan dalam penegakan hukum.

Bahkan pemberian sanksi administrasi pada ketiga ASN tersebut juga selaras dengan peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nomor 2 tahun 2021 tentang Pelaporan Gratifikasi.

Didalamnya disampaikan bagi ASN yang menerima hadiah atau janji, wajib untuk melaporkannya ke KPK melalui Inspektorat daerah terhitung paling lama 10 hari sejak diterima.

Apalagi, tegas Suharizal, nilai gratifikasi yang diterima hanya sebesar Rp. 4,5 juta, sehingga tidak seimbang dengan biaya perkara yang bakal dikeluarkan.



“Berapa biaya yang akan dikeluarkan negara untuk menyelesaikan perkara ini sampai ke pengadilan, sementara dugaan gratifikasinya hanya Rp. 4,5 juta,” jelasnya.

Ia menyampaikan saat ini ketiga ASN itu tidak ditahan dan dirinya menjamin ketiga kliennya itu akan kooperatif terhadap proses selanjutnya, tidak melarikan diri atau merusak barang bukti.

Pada Rabu, 20 April 2022 jajaran Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan melakukan OTT terhadap tiga ASN dan satu rekanan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat.

Tangkap tangan dilakukan terkait proyek pengadaan jaring tangkap ikan senilai Rp. 237 juta atau dengan klasifikasi kecil di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan.



Secara terpisah Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pesisir Selatan AKP. Hendra Yose membenarkan penetapan tersangka pada ketiga ASN dan satu rekanan itu.

Penetapan disampaikan pada Selasa, 26 April melalui sejumlah media massa. Dalam keterangannya penetapan sudah sesuai prosedur dan menyita barang bukti berupa uang Rp. 24,5 juta.

“Dari jumlah itu Rp. 4,5 juta berkaitan dengan barang bukti. Sedangkan Rp. 20 juta lainnya dalam pengembangan lebih lanjut. Polisi juga menyita dokumen tender,” terang Kasat.

Kasat menyampaikan tersangka dikenakan pasal 12 huruf A dan pasal 5 untuk rekanan Undang-undang nomor 20 tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi.